|
YULINAR
RURIK
MISTARUDIN
ATIK
SUKARSIH
MENTARI
DWI SAPUTRI
ANGGIA
NUR AMALIA
DINDA
TRI MUSTIKA
|
(213118089)
(213118091)
(213118094)
(213118100)
(213118102)
(213118108)
|
Jumat, 15 November 2019
KELOMPOK 4
GASTROENTERITIS AKUT (GEA)

Gastroenteritis
adalah muntah dan diare akibat infeksi atau peradangan pada dinding saluran
pencernaan, terutama lambung dan usus. Di masyarakat luas, gastroenteritis
lebih dikenal dengan istilah muntaber.Sebagian
besar gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus, dan penularannya sangat
mudah terjadi. Selain infeksi, gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh efek
samping obat-obatan.
Gastroenteritis dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan
khusus. Agar terhindar dari kondisi ini, Anda dianjurkan untuk menerapkan pola
hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan air
dan makanan yang dikonsumsi, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta
mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang setiap hari.
A. Gejala Gastroenteritis
Gastroenteritis dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan
khusus. Agar terhindar dari kondisi ini, Anda dianjurkan untuk menerapkan pola
hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan air
dan makanan yang dikonsumsi, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta
mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang setiap hari.
A. Gejala Gastroenteritis
A. Gejala Gastroenteritis

Gejala utama gastroenteritis adalah diare dan muntah. Gejala ini akan muncul 1-3 hari setelah terinfeksi. Gejala biasanya berlangsung selama 1-2 hari, namun juga bisa berlangsung hingga 10 hari. Selain muntah dan diare, penderita gastroenteritis atau flu perut juga berisiko mengalami gejala tambahan, berupa:
· Demam dan menggigil
· Sakit kepala
· Mual
· Tidak nafsu makan
· Nyeri otot dan sendi
B. Kapan Harus ke Dokter
Gastroenteritis dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu beberapa hari. Namun, segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami:
· Demam hingga di atas 40oC
· Gejala dehidrasi, seperti haus, mulut kering, dan urine menjadi pekat.
· Muntah selama lebih dari 2 hari atau muntah darah.
· BAB berdarah.
Gastroenteritis cukup sering terjadi pada anak-anak. Segera periksakan anak Anda ke dokter, jika ia mengalami gastroenteritis atau flu perut yang disertai dengan:
· Demam di atas 38oC
· Uring-uringan
· Gelisah
· Menangis tanpa mengeluarkan air mata
· Muntah selama lebih dari beberapa jam
· Popok tetap kering dalam jangka waktu lama
· Diare disertai darah
C. Penyebab Gastroenteritis
Sebagian besar muntaber atau gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus. Ada dua jenis virus yang menjadi penyebab utama gastroenteritis, yaitu Norovirus dan Rotavirus. Selain kedua jenis virus ini, gastroenteritis juga bisa disebabkan oleh Adenovirus dan Astrovirus.
Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung, misalnya saat berjabat tangan dengan penderita atau tidak sengaja menghirup cipratan air liur yang keluar saat penderita bersin. Virus juga dapat menular melalui makanan, minuman, dan benda yang telah terkontaminasi virus.
Kebiasaan tidak mencuci tangan setelah buang air atau sebelum makan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gastroenteritis. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum makan atau setelah beraktivitas di luar ruangan.
Selain virus, gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh:
· Bakteri, seperti Campylobacter bacterium.
· Parasit, seperti Entamoeba histolytica dan Crystosporidium.
· Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, antasida, atau obat kemoterapi.
· Logam berat, seperti timbal, arsen, atau merkuri, yang terhirup dari udara atau terkandung dalam air mineral.
D. Faktor Risiko Gastroenteritis

Ada beberapa kelompok orang yang lebih berisiko terkena flu perut atau gastroenteritis, yaitu:
· Anak-anak
Balita atau anak-anak belum daya tahan tubuh yang kuat, sehingga mudah terserang infeksi.
Balita atau anak-anak belum daya tahan tubuh yang kuat, sehingga mudah terserang infeksi.
· Penghuni asrama
Tingginya tingkat interaksi antarpelajar di lingkungan sekolah dan asrama dapat meningkatkan risiko penularan gastroenteritis.
Tingginya tingkat interaksi antarpelajar di lingkungan sekolah dan asrama dapat meningkatkan risiko penularan gastroenteritis.
· Lansia
Lansia cenderung mengalami penurunan daya tahan tubuh, sehingga lebih mudah terinfeksi flu perut atau gastroenteritis.
Lansia cenderung mengalami penurunan daya tahan tubuh, sehingga lebih mudah terinfeksi flu perut atau gastroenteritis.
· Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, misalnya penderita AIDS atau penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga dapat lebih mudah tertular virus.
Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, misalnya penderita AIDS atau penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga dapat lebih mudah tertular virus.
E. Diagnosis Gastroenteritis
Gastroenteritis mudah diketahui dari tanda yang muncul, yaitu muntah dan diare. Jika gejalanya bersifat ringan dan hanya berlangsung singkat, maka pemeriksaan ke dokter tidak perlu dilakukan, karena kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya.
Pemeriksaan ke dokter perlu dilakukan jika muncul gejala yang parah. Pada kondisi ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien, seperti mengukur tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh.
Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan feses untuk memastikan penyebab dari diare dan muntah.
F. Pengobatan Gastroenteritis

Sebagian besar gastroenteritis atau flu perut tidak memerlukan pengobatan khusus, karena penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Langkah pengobatan gastroenteritis lebih bertujuan untuk menghindari gejala makin memburuk dan mencegah terjadinya dehidrasi, terutama pada anak-anak.
Langkah penanganan utama gastroenteritis adalah memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bernutrisi. Penderita dianjurkan untuk makan dalam porsi yang lebih sedikit, namun sering.
Agar gejala tidak makin memburuk, hindari mengonsumsi susu, yogurt, kopi, alkohol, keju, serta makanan pedas, berserat tinggi, atau tinggi lemak.
Untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang, penderita dapat mengonsumsi oralit. Larutan ini mengandung elektrolit dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Meskipun oralit dapat dibeli secara bebas, pastikan selalu mengikuti petunjuk pemakaian atau tanyakan dahulu kepada dokter.
Jika diperlukan, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala yang disebabkan oleh gastroenteritis. Jenis obat yang diberikan adalah:
· Antibiotik, seperti amoxicillin, jika gastroenteritis disebabkan oleh infeksi bakteri.
· Antijamur, seperti nystatin, untuk menangani gastroenteritis yang disebabkan infeksi jamur.
· Loperamide, untuk meredakan diare.
Penderita perlu menjalani perawatan di rumah sakit jika mengalami dehidrasi yang cukup parah. Perawatan ini bertujuan untuk mengganti cairan tubuh dan nutrisi yang hilang, melalui pemberian cairan infus.
G. Penanganan Gastroenteritis pada Anak

Jika anak Anda mengalami muntah atau diare, biarkan pencernaannya beristirahat sejenak selama 15-20 menit. Setelah itu, berikan minum secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan cairan dan mencegah dehidrasi. Jenis cairan yang diberikan dapat berupa air putih, larutan oralit, atau ASI jika anak Anda masih bayi.
Langkah penanganan lain yang dapat dilakukan adalah:
· Berikan makanan dengan tekstur halus dan mudah dicerna, seperti roti, kentang, atau pisang.
· Jangan memberikan anak Anda makanan atau minuman yang mengandung susu atau tinggi gula, seperti es krim, soda, dan permen.
· Jangan memberikan anak Anda obat diare yang dijual bebas tanpa resep, kecuali atas anjuran dokter.
Jika gejala muntah dan diare yang dialami anak Anda kian memburuk dan penanganan yang diberikan tidak efektif untuk meredakan gejala, maka segeralah periksakan anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan.
H. Komplikasi Gastroenteritis
Muntah dan diare yang dialami penderita gastroenteritis menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan nutrisi. Kondisi ini dapat memicu munculnya gejala dehidrasi yang meliputi:
· Pusing
· Mudah lelah dan mengantuk
· Rasa haus terus-menerus
· Urine berwarna pekat atau gelap
I. Pencegahan Gastroenteritis
Langkah pencegahan utama gastroenteritis adalah rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah, dan setelah buang air kecil atau buang air besar.
Cucilah tangan Anda sampai ke celah jari dan kuku, menggunakan sabun dan air hangat selama 20 detik, kemudian bilas hingga bersih. Jika tidak tersedia air dan sabun, gunakan hand sanitizer.
Gastroenteritis juga dapat dicegah dengan:
· Tidak berbagi penggunaan peralatan makan dan mandi dengan orang lain.
· Membersihkan barang yang diduga telah terkontaminasi virus atau bakteri.
· Menghindari konsumsi makanan mentah atau belum terlalu matang.
· Membersihkan kamar mandi dan dapur secara rutin, terutama gagang pintu, dudukan toilet, peralatan masak, dan lantai dapur.
· Mengonsumsi air minum kemasan dan menghindari penggunaan es batu saat Anda sedang bepergian. Anda juga dianjurkan menggunakan air kemasan untuk menggosok gigi saat bepergian.
Sebagai pencegahan jangka panjang, anak Anda dapat menjalani vaksinasi rotavirus. Vaksin ini efektif untuk mencegah gastroenteritis akibat infeksi rotavirus. Ada dua jenis vaksin rotavirus di Indonesia, yaitu yang diberikan 3 kali, saat bayi berusia 6-14 minggu, 18-22 minggu, dan 8 bulan; dan yang diberikan 2 kali, saat bayi berusia 10 minggu dan 14 minggu.
Untuk bayi yang usianya sudah lebih dari 6-8 bulan namun belum pernah mendapatkan vaksin rotavirus, imunisasi ini tidak perlu dilakukan, sebab belum ada studi untuk memastikan keamanan vaksin ini pada bayi dan anak-anak yang usianya di atas 6-8 bulan.
Kamis, 14 November 2019
7 LANGKAH CUCI TANGAN YANG BENAR

Cuci tangan adalah hal wajib yang harus kamu lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Terkadang, mencuci tangan dianggap merupaka hal yang sepele. Kebanyakan orang hanya menggosok tangan dengan air tanpa menggunakan sabun. Hal ini menyebabkan kuman masih banyak yang menempel. Mengapa kita harus mencuci tangan? Apa dampak dari tidak mencuci tangan? Kapan waktu yang tepat untuk mencuci tangan? Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
Nah, kali ini kita akan membahasnya satu persatu, agar kamu tahu seberapa pentingnya mencuci tangan.
1. Mengapa Harus Mencuci Tangan?
1. Mengapa Harus Mencuci Tangan?
Mengapa harus mencuci tangan? Ya, karena tangan adalah anggota tubuh yang sering kita gunakan seperti berjabat tangan dengan orang lain, makan, mencuci piring, menulis, dan banyak lainnya. Dari contoh-contoh tersebut, saat beraktivitas pastilah sudah banyak kuman dan bakteri yang menempel pada tangan kita. Kamu tidak akan tahu berjuta-juta bakteri hinggap ditanganmu padahal tanganmu terlihat bersih. Bahkan ketika kamu memcuci tangan dengan air bersih pun bisa saja kuman masih menempel. Jika kamu tidak mau atau malas untuk mencuci tangan, bakteri dan kuman tersebut akan masuk ke dalam tubuhmu melalui mulut. Apalagi saat kamu terkena flu, wah banyak sekali bakteri dan virus yang menempel pada telapak tanganmu.
2. Lalu Apa Dampaknya Jika Malas Cuci Tangan

Apa dampaknya jika kita malas untuk mencuci tangan? Waduh, sudah tak bisa dibayangkan lagi. Pasti sudah banyak penyakit yang bersarang di tubuh dan membahayakan kesehatan. Contohnya saat kamu batuk dengan menutupi mulut menggunakan tangan, setelah itu kamu makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Nah, bakteri atau virus yang ada di tanganmu ini masuk ke dalam tubuhmu lagi bersama dengan makanan yang kamu konsumsi.
Bisa menyebabkan kamu terkena penyakit diare, cacingan, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), hingga penyakit yang menyebabkan kematian seperti SARS, flu burung (H5N1), dan flu babi (H1N1). Selain itu, kuman yang menempel pada tubuh juga bisa menyebabkan radang tenggorokan, amandel, gangguan saluran pernafasan berupa asma, sakit perut, dan flu.
3. Kapan Kita Harus Melakukan Muci Tangan?
Kapan kita harus melakukan cuci tangan? Sebenarnya kegiatan mencuci tangan baiknya dilakukan ketika usai mengerjakan sesuatu, tapi mayoritas orang lupa disaat-saat yang sepele. Mereka menganggap tidak perlu mencuci tangan dengan baik, toh sudah terbilas air juga.
Berikut adalah saat-saat yang perlu diperhatikan :
Hal ini untuk mencegah terkontaminasinya makanan yang akan dikonsumsi agar terhindar serta mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Tak hanya sebelum makan, sesudah makan pun kamu juga dianjurkan unuk mencuci tagan, agar bakteri yang menempel pada sendok dan garpumu bisa mati terkena air dan sabun akibat dari cuci tangan.
b. Sebelum dan Sesudah Mengolah Bahan Makanan
Saat kamu menyiapkan bahan makan untuk diolah, usahakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Makanan yang akan kamu masak ini bisa menjadi patokan kesehatan yang kamu inginkan. Jika kamu tak mencuci tangan saat mengolah makanan, kebayang kan berapa banyak kuman yang ikut menempel pada olahan tersebut. Sebaiknya jika kamu lupa untuk mencuci tangan, gunakan sarung plastik tangan agar kehigienisannya terjamin.
c. Setelah Buang Air Besar dan Air Kecil
Mengapa harus mencuci tangan setelah melakukan aktivitas ini? Agar kuman yang kamu dapatkan setelah buang air besar dan air kecil bisa mati. Aktivitas ini menyebabkan banyak kuman yang menempel. Pasalnya, kamu bersentuhan atau terkena kontak langsung dengan kotoran yang dibuang oleh tubuh. Jika tak mencuci tangan dengan benar, bersiap-siaplah banyak penyakit yang akan menyerangmu.
d. Setelah Menyentuh Binatang
Bulu binatang adalah penyumbang bakteri dan kuman yang sangat besar. Banyak kutu-kutu atau bakteri kecil yang tidak nampak pada mata saat kamu memegangnya. Jadi cucilah tanganmu setelah memegang binatang kesayangan.
e. Setelah Memegang Benda/Fasilitas Umum
Semakin banyak orang yang menggunakan, berarti semakin menumpuknya bakteri dan kuman yang menempel pada benda tersebut. Benda umum itu meliputi uang, pintu, tombol lift, meja sekolah, pegangan pada kendaraan umum, bangku taman, dan banyak lainnya. Jika cuci tangan tak kamu lakukan, bakteri akan terus mengikutimu.
4. Apa Saja Syarat Penunjang dalam Mencuci Tangan ?

Sebagian besar orang mengira definisi cuci tangan adalah membilas tangan dengan air bersih saja. Nyatanya cuci tangan tidak sesederhana itu. Ada cara dan tekhnik yang benar agar tangan benar-benar bersih dan terbebas dari kuman penyakit. Berikut cara cara yang benar :
Gunakan sabun. Sabun merupakan musuh ampuh kuman dan bakteri. Zat yang dimiliki sabun pencuci tangan ini bisa membantu proses pelepasan kotoran dan kuman yang menempel di permukaan kulit tangan dan kuku. Sehingga kamu akan bebas dari infeksi bakteri dan kuman penyebab sakit perut.
Alat Pengering(lap, tisue, kain). Yang satu ini bukan syarat wajib namun perlu kamu perhatikan. Mungkin banyak dari kita setelah mencuci tangan lalu membiarkan tangan kering dengan sendirinya, namun ini justrus dapat membuat kuman penyakit hinggap lagi ditanganmu. Cara yang terbaik adalah mengkibaskan tanganmu ke udara atau mengeringkanya dengan lap atau tissue.
5. Bagaimana Cara Mencuci Tangan Dengan Baik dan Benar ?
Setelah itu mari kita simak cara yang benar dalam mencuci tangan yang baik dan benar. Langkah-langkah mencuci tangan tersebut telah distandarkan oleh WHO.
- Langkah 1. Hidupkan kran air yang mengalir, basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan. Ambil sabun dan usap secara merata, lalu gosokkan kedua telapak tangan dengan lembut agar kuman yang ada di telapak tangan hilang.
- Langkah 2. Untuk menghilangkan kuman pada bagian luar tangan, kamu bisa mengusap dan menggosokan kedua punggung tangan secara bergantian agar kuman tak bersisa di tangan.
- Langkah 3. Jangan lupa, kuman juga menempel pada sela-sela jari tanganmu. Maka dari itu, gosok juga bagian sela-selanya hingga sabun berbusa.
- Langkah 4. Kuku juga bagian terpenting dari tangan. Banyak kuman yang bersembunyi dan bersarang pada kuku. Oleh karena itu, kamu wajib membersihkan bagian ujung kuku secara bergantian dengan mengatupkannya.
- Langkah 5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian hingga bersih.
- Langkah 6. Letakkan ujung jari atau ujung kuku pada telapak tangan lainnya dan gosok memutar secara perlahan agar kuman dan bakteri segera hilang.
- Langkah 7. Tahap terakhir, bersihkan pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar. Bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan handuk atau tisu.
Mudah bukan untuk dilakukan. Sebenarnya kesadaran adalah kunci utama dalam mengaplikasikannya. Selain terlihat ribet dan terkesan sepele, kegiatan diatas berdampak cukup besar dalam kehidupan sehari-hari. Karena kita tidak tahu dari mana musibah penyakit akan menyerang, dan tugas kita adalah mencegah serangan penyakit tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
